Pemprov Jatim
Home » Artikel » MELAYANI ITU HARUS DENGAN RASA - Drs. ZAENAL MUTAKIN, M.Si

MELAYANI ITU HARUS DENGAN RASA - Drs. ZAENAL MUTAKIN, M.Si

Posting Tanggal 16 Aug 2017
Pelayanan publik masih menjadi tematik yang menarik tatkala kita bicara birokrasi, pemerintahan yang baik, maupun capaian kepuasan masyarakat yang dilayani. Ya, lagi-lagi pelayanan publik yang masih menjadi isu sentralnya. Yang menjadi pertanyaannya adalah, kenapa isu pelayanan publik masih menjadi isu yang harus diangkat? Tentunya itu berkaitan sekali dengan masih belum maksimalnya pemerintah dalam hal pelayanan yang baik, baik itu metode/alat yang menjadi mediasi pelayanan, maupun konten pelayannya itu sendiri.
Sudah banyak teori dalam berbagai literatur yang kita pelajari dalam hal pelayanan publik bagi ASN. Seperti di antaranya konteks iklim pelayanan publik di lingkungan aparatur pemerintah, yang tertuang dalam Keputusan Menpan No. 63 Tahun 2003, yaitu; 1. Transparansi: bersifat terbuka, mudah, dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. 2.  Akuntabilitas: dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 3.  Kondisional: sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan evektifitas. 4.Partisipatif: mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memerhatikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat. 5. Kesamaan hak: tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, gender, dan status ekonomi. 6. Keseimbangan hak dan kewajiban: pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.7.Kesederhanaan: prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudah dipahami, dan mudah dilaksanakan. 8. Kejelasan: persyaratan teknis dan administratif pelayanan publik, unit kerja/pejabat yang berwenang dan bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan dan penyelesaian keluhan/persoalan/sengketa dalam pelaksanaan pelayanan publik, dan rincian biaya pelayanan publik serta tata cara pembayaran. 9. Kepastian waktu: pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. 10. Akurasi: produk pelayanan publik diterima dengan benar, tepat, dan sah. 11.Keamanan: proses dan produk pelayanan publik memberikan rasa aman dan kepastian  hukum. 12. Tanggung jawab: pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggungjawab atas penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/ persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik. 13. Kelengkapan sarana dan prasarana: tersedianya sarana dan prasarana kerja, peralatan kerja, dan pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan sarana telekomunikasi dan informatika (telematika). 14. Kemudahan akses: tempat dan lokasi serta sarana pelayanan yang memadai, mudah dijangkau oleh masyarakat dan dapat memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika. 15. Kedisiplinan, kesopanan, dan keramahan: pemberi pelayanan harus bersikap disiplin, sopan, santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlas. 16. Kenyamanan: lingkungan pelayanan harus tertib, teratur, disediakan ruang tunggu yang nyaman, bersih, rapi, lingkungan yang indah dan sehat serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan, seperti parkir, toilet, tempat ibadah dan lain-lain.

Berikut link artikel selengkapnya : Melayani Itu Harus Dengan Rasa - Drs. Zaenal Mutakin, M.Si
Hak Cipta Badan Pendidikan Dan Pelatihan Provinsi Jatim 2014